UMKM “KERAJINAN BAN BEKAS” Desa Poncogati Kecamatan Curahdami Kabupaten Bondowoso

IMG_20170801_092348

Sampah merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk di Bondowoso. Namun demikian, Pak Hasyim warga Bondowoso melakukan inovasi dalam mengelola sampah, yaitu ban bekas. Ban bekas dari truk maupun mobil, ditangan pria berusia 52 tahun ini disulap menjadi berbagai barang unik yang dapat memberikan nilai ekonomis serta dapat mengatasi masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah. Sejak 10 tahun lalu, Pak Hasyim sudah mulai “coba-coba” untuk melakukan usaha ini. Pada awalnya, Pak Hasyim menyulap ban bekas menjadi sandal. Dengan bermodalkan 3 ribu rupiah serta harga jual 15 ribu rupiah, Pak Hasyim mulai menekuni usaha ini dan mendapat banyak manfaat. Di awal memulai usaha ini, dalam sehari rata-rata Pak Hasyim dapat memproduksi 5 sandal. Awal memuali usaha, Pak Hasyim hanya menjual di lingkungan tempat tinggal yang berada di wilayah kecamatan Bondowoso. Seiring berkembangnya waktu, permintaan konsumen terhadap sandal olahan sandal Pak Hasyim mengalami peningkatan dan Pak Hasyim pun memindahkan usahanya ke desa Poncogati karena dirasa lokasinya lebih strategis. Tidak hanya itu, Pak Hasyim pun melakukan diversifikasi produk olahan bahan bekas, seperti halnya tempat sampah dan sangkar burung. Produk sandal tetap menjadi favorit konsumen.

IMG_20170801_092232-min

Bahan baku utama, yakni sandal di dapat dari bengkel-bengkel seluruh Bondowoso. Modal yang dipegurnakan oleh Pak Hasyim sepenuhnya berasal dari dana pribadi dan ini juga yang bisa menjadikan kendala beliau untuk ekspansi usahanya. Kebutuhan kerajinan ban bekas ini tidak hanya digunakan untuk mencukupi permintaan dari Bondowoso saja, akan tetapi sampai ke Jember, Peobolinggo, dan hingga pulau Dewata. Promosi yang dilakukan sejauh ini melalui sosial media yakni facebook. Kedepan Pak Hasyim memiliki rencana untuk membeli transportasi roda 4 untuk mendapatkan bahan baku yang lebih bersaing baik dari segi kualitas maupun harga untuk mengahdapi dinamika pasar yang selalu mengalami fluktuasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *