One Village One Product (OVOP) Krupuk Tongkol Desa Poncogati Kecamatan Curahdami Kelurahan Bondowoso

Globalisasi ekonomi merupakan salah satu fenomena yang dihadapi oleh semua negara di abad 20, tidak terkecuali di alami oleh Indonesia. Sebagai salah satu negara emerging market, Indonesia harus mempersiapkan segala sesuatu dengan baik agar bisa bertahan dan tetap menunjukkan eksistensi di era globalisasi ekonomi. Fenomena globalisasi ekonomi merupakan sebuah peleburan batas-batas perekonomian secara riil dan menjadikan borderless antar negara di dunia. Seiring dengan berkembangnya globalisasi ekonomi, negara-negara dituntut untuk melakukan intergasi ekonomi. Hal ini juga menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh Indonesia. Salah satu bentuk integrasi ekonomi yang dihadapi oleh Indonesia adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang diberlakukan sejak 1 Januari 2016. Dalam menghadapi integrasi ini, tentunya diperlukan strategi yang cerdas agar Indonesia tidak kalah dengan dengan negara anggota lainnya dan memiliki bargaining power yang tinggi. Semakin tinggi bargaining power suatu negara artinya semakin rendah ketergantungan terhadap negara lain yang menjadikan suatu negara tersebut semakin mandiri. Dalam mendukung tingginya bargaining power, pemerintah dapat mengaplikasikan secara penuh ekonomi kerakyatan. Ekonomi kerakyatan merupakan ekonomi yang berbasis pada kekuatan rakyat, yang berarti rakyat melakukan pengelolaan sumberdaya ekonomi secara swadaya sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya.  Tentunya semua setiap daerah di Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, adat-istiadat, dan kebudayaan yang dimiliki. Salah satu program yang dapat dijadikan turunan dari ekonomi kerakyatan adalah satu desa memiliki satu produk atau yang biasa familiar disebut dengan One Village One Product (OVOP).

IMG_7882-min

Kabupaten Bondowoso, sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang tidak memiliki wilayah pesisir, tidak menjadikan masyarakatnya mati inovasi dalam mengelola hasil laut. Salah satu daerah yang memiliki inovasi unik adalah Desa Poncogati yang terletak di Kecamatan Curhadami. Salah satu produk andalan dan menjadi icon Desa Poncogati adalah kerupuk olahan ikan tongkol. Ditangan Ibu Fatimah, ikan tongkol yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai lauk pauk makan, dapat disulap menjadi camilan lezat dengan kemasan yang praktis.

IMG_7878-min

Wanita multitalenta yang sekaligus menjadi istri kepala dusun, memanfaatkan hinterland Besuki sebagai pemasok bahan baku utama kerupuk tongkolnya. Yang menjadi nilai unggulan dari produk kerupuk ikan tongkol Ibu Fatimah adalah semua bahan terbuat dari murni 100% ikan tongkol, dengan tambahan rempah-rempah alami tanpa campuran bahan kimia. Ikan tongkol sendiri memiliki banyak kandungan yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh, yaitu protein dan lemak.. Untuk netizen yang penasaran dengan kenikmatan kerupuk olahan ikan tongkol Ibu Fatimah dapat melihat di akun instagram @poncogati.krupuk atau  langsung berkunjung ke Desa Poncogati, yang terdapat di RT 05 / RW 01 dan bisa pesan melalui 082245096601.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *