IMUNISASI EFEKTIF CEGAH DIFTERI UNTUK ANAK DESA PONCOGATI

Imunisasi difteri bersama warga desa Poncogati

Kamis 12 Juni 2018, desa Poncogati mengadakan kegiatan posyandu sekaligus program imunisasi difteri. Kegiatan ini dilakukan di empat titik dimana tiga diantaranya terletak di rumah kader dan satu titik terpusat di balai desa Poncogati. Imunisasi ini dilakukan mulai pukul 08.00 WIB yang diikuti oleh semua anak dengan usia 0-5 tahun. Pada setiap titik kegiatan didampingi oleh beberapa tenaga kesehatan yaitu bidan dan perawat, kader juga berperan aktif dalam kegiatan ini, selain itu beberapa mahasiswa Universitas Jember yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa Poncogati juga berperan dalam kegiatan tersebut. Kader dan mahasiswa KKN membantu dalam kegiatan ini yaitu melakukan registrasi pendaftaran peserta dan melakukan penimbangan berat badan sebelum dilakukan imunisasi difteri. Peran tenaga kesehatan yang bertugas langsung melakukan injeksi pada balita, sehingga kegiatan berlangsung dengan cepat.

Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti imunisasi difteri, hal ini menunjukkan kesadaran yang tinggi pada masyarakat akan pentingnya kesehatan. Hal tersebut dibuktikan dengan kehadiran ibu-ibu yang membawa balita telah datang dengan tepat waktu dan tertib dalam melakukan imunisasi. Pada saat dilakukan injeksi pada balita, mayoritas balita menangis karena kesakitan yang dirasakan. Untuk mengatasi hal tersebut para kader mengalihkan perhatian balita dengan memberikan makanan ringan dan minuman. Tak hanya itu imunisasi memberikan dampak fisik bagi balita, banyak balita yang mengalami pembengkakan di daerah tempat injeksi serta suhu tubuh yang mengalami peningkatan. Untuk mengatasi hal tersebut tenaga kesehatan memberikan edukasi mengenai penanganan pada area yang bengkak dengan dilakukan kompresĀ  dan memberikan obat untuk menurunkan demamnya.

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang pada selaput hidung dan tenggorokan serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyakit ini dapat menular dan merupakan infeksi serius yang mengancam jiwa. Bakteri ini disebabkan oleh bakteri Coryniae bacterium. Berdasarkan WHO difteri merupakan kejadian luar biasa yang menjadi permasalahan di Indonesia, menurutnya banyak anak yang meninggal dunia dikarenakan penyakit ini. Hampir 90% pasien yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat difteri yang lengkap dan hal tersebut dapat dicegah dengan imunisasi. Imunisasi difteri merupakan program wajib dari Kementerian Kesehatan Indonesia (Kemenkes) yang diselenggarakan secara serentak disemua provinsi.

Dengan adanya program imunisasi, diharapkan balita serta anak-anak di desa Poncogati dapat terhindar dari wabah penyakit yang menular dan memiliki kekebalan tubuh yang baik. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir mengenai adanya penyakit menular yang mewabah. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *